Laptop dan Isu Radiasi Penyebab Kanker

14 Jun



Mungkin pernah mendengar isu radiasi pada alat ekektronik seperti handphone atau laptop yang cukup kontroversial. Namun sebenarnya, perlu diketahui bahwa semua alat elektronik mengeluarkan radiasi yang tidak bisa kita hindari, mulai dari TV, mikrowave, komputer, dan lainnya. Padahal seperti yang kita tahu, penggunaan alat-alat ini serasa tidak bisa dihindarkan.

Semua alat elektronik mengeluarkan sejenis medan elektromagnetik (electromagnetic field atau EMF) yang merupakan salah satu jenis radiasi. Namun, EMF adalah jenis radiasi yang non-ionisasi, atau radiasi yang energinya bahkan tidak cukup untuk mengionisasi atom atau mengeksitasi elektron, berbeda dengan radiasi uranium, yang merupakan radiasi ionisasi.

Contoh dari radiasi yang ekstrem dari alat elektronik adalah radiasi dari microwave, yang mengeluarkan medan dengan frekuensi tinggi yang bisa dideteksi meskipun dalam jarak beberapa yard. Namun kebanyakan radiasi alat elektronik lainnya akan berkurang dalam jarak beberapa inchi saja. Jadi selama kita menjaga jarak yang cukup saat menggunakan alat-alat tersebut, maka tidak ada yang perlu dirisaukan.

Namun ada kasus khusus seperti pada penggunaan laptop. Banyak orang meletakkan laptop di atas paha mereka pada saat mereka bekerja. Artinya, jarak antara tubuh dengan laptop adalah nol. Apakah ini mempengaruhi tubuh kita?

Radiasi yang keluar dari laptop kebanyakan berasal dari dalam komponen laptop, seperti harddisk dan chip memori, daripada yang keluar dari screen/ layar.

Tranceiver (penerima) koneksi wireless juga menghasilkan radiasi microwave, sehingga ada juga dugaan yang menyebutkan bahwa sinyal wireless (atau wi-fi, wireless fidelity) jauh lebih berbahaya. Namun WHO (World Health Organization) menyangkal hal ini dan mengatakan bahwa efeknya masih di bawah batas yang bisa merusak tubuh manusia.

Ada rekomendasi bahwa batas medan elektromagnetik yang bisa ditoleransi tubuh adalah 2.5 miliGauss. Namun, laptop ternyata bisa mengeluarkan lebih dari 150 mG saat digunakan.

Komputer desktop dilengkapi dengan casing metal sehingga membentuk pelindung Gauss yang melindungsi dari radiasi. Namun pada pembuat laptop ada yang menghilangkan pelindung ini dari produknya agar laptop mereka lebih ringan dan lebih merarik pengguna.

Menurut factoidz.com, beberapa resiko yang MUNGKIN bisa timbul akibat radiasi yang berlebihan antara lain:

  • resiko kanker
  • cacat kelahiran
  • pembelahan sel yang prematur sehingga menyebabkan mutasi
  • alzheimer (lupa/ pikun akut)
Tumor otak yang semakin menjadi tren di saat telepon selular booming juga menjadi salah satu bukti adanya bahaya radiasi ini. Namun ada juga orang yang tidak terpengaruh apa-apa selama hidupnya walaupun ia juga pengguna handphone. Tetapi perlu juga diperhatikan bahwa ada kemungkinan bahwa pengaruh radiasi-radiasi ini baru akan terasa 50 tahun kemudian di saat efeknya sudah terakumulasi dan tersebar.

Nah, daripada kita berhenti pake laptop, lebih baik melakukan antisipasi agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diharapkan di kemudian hari. Usaha yang bisa dilakukan adalah:

  • letakkan laptop di permukaan selain di atas permukaan tubuh, seperti paha, apalagi jika penggunaannya secara teratur dan intense
  • jangan memakai bantal untuk alas di atas paha. Walaupun sepertinya hal ini melindungi tubuh, tetapi bantal dapat menghalangi sirkulasi udara/ panas yang dibuang laptop yang pada akhirnya mempersingkat umur laptop
  • jika harus menggunakan laptop dalam waktu yang lama, usahakan beristirahat di sela-sela waktu yang ada
  • stay cool🙂 dan dont panic

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: