Sinetron (memang) tidak mendidik

14 Feb

https://i0.wp.com/l.yimg.com/nr/api/res/1.2/tvj_J8bMGXf.VtAf3uqVtw--/YXBwaWQ9eWVudDtiZz0wMDA7Zmk9Zml0O2g9MzAwO3c9MjI4/http://l.yimg.com/jj/image-4d58cd07b3f35-0000355818.jpg

Jika sejumlah kalangan menilai sinetron Indonesia mengalami penurunan kualitas, tidak demikian dengan pendapat Donita. Artis sinetron ini justru sebaliknya, melihat banyak sisi perkembangan, termasuk dari sisi produksi sinetronnya sendiri.

“Karena saya main sinetron juga, lumayan berkembang kok banyak sinetron stripping, kalau dulu kan lebih banyak pada weekly saja dan pembuatan weekly bisa memakan waktu hingga 3 harian. Tetapi kalau sekarang kan tidak, satu hari juga sudah cukup dan otomatis ada kemajuan di sinetron kita,” ungkap Donita berarguman.

Soal sinetron Indonesia yang dianggap kurang mendidik, Donita yang ditemui di Kantor MD Entertainment, Jakarta, Jumat (11/02), kurang setuju. Tergantung masing-masing orang, bisa mengambil nilai pendidikannya atau tidak, karena dari peran antagonis pun bisa diambil nilai pendidikannya.

“Tergantung darimana orang melihatnya, dan kalau dibilang kenapa sinetron Indonesia sekarang lebih banyak didominasi peran antagonis, dari situ kita bisa menilai kalau peran antagonis itu dalam kehidupan sehari-hari ya seperti itu dan tergantung pada pendapat masing-masing,” terangnya.

Kapanlagi

“Menurut aku orang menonton sinetron itu bukan untuk pendidikan, tapi lebih pada menghibur dan para entertainment mengambil peran di sinetron itu mungkin karena cerita, dan yang kedua mungkin soal materi. Dan itu (materi) yang pertama, karena bohong banget kalau kita tidak cari uang, tapi yang kedua ada maksud masyarakat bisa terhibur dengan apa yang kita mainkan,” sambungnya.

Donita pun menilai tidak ada yang perlu diubah dengan kondisi sinetron di Indonesia sekarang ini. Apalagi dengan peran lembaga pengawasan penyiaran dan lembaga sensor, sinetron akan semakin berkualitas.

“Tidak ada ya, karena kalau kita perhatikan kalau dulu banyak kata-kata yang nggak banget untuk ditayangkan sementara kan banyak anak-anak yang mungkin belum pantas atau layak untuk melihat sinetron, tetapi sekarang kan banyak lembaga sensor di Indonesia dan itu berfungsi banget,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: