11 Tips Nonton Java Jazz

4 Mar

Jason Mraz. Foto: Panca Syurkan / Tempo

Jakarta International Java Jazz Festival kembali akan digelar di akhir minggu ini di JIExpo, Jakarta. Asal tahu saja, tahun 2011 ini adalah penyelenggaraannya yang ke-7. Bagi yang sudah pernah datang di tahun-tahun sebelumnya, tentunya tahu supaya lebih maksimal dan nyaman dalam menikmati festival yang seringkali hanya disebut sebagai “Java Jazz” atau “Java Jazz Festival” itu tidak cukup datang hanya bermodal tiket saja. Perlu ada sedikit persiapan kecil-kecilan.

Nah, untuk mengingatkan yang sudah pernah datang dan juga membantu mereka yang tahun ini baru pertama kalinya akan berkunjung, berikut ini saya coba rangkaikan beberapa hal yang perlu diperhatikan agar lebih nyaman menonton Java Jazz Festival tahun ini.

1. Pelajari jadwal pertunjukannya.
Mengingat jumlah pertunjukannya sangat banyak, sekitar 60 show per hari, sangatlah penting untuk mengetahui jadwal lengkapnya sebelum datang menonton. Seleksilah pertunjukan artis yang mana saja yang akan ditonton. Perhatikan juga jam, nama ruangan, dan lokasi ruangannya. Atur waktu sebaik-baiknya. Hindari pertunjukan yang antrean yang terlalu panjang. Waktu mengantrenya bisa digunakan untuk menonton pertunjukan lain terlebih dahulu sebelum kembali ke tempat yang sama. Meskipun sewaktu-waktu bisa berubah, informasi soal jadwal lengkapnya bisa dilihat di situs web resmi Jakarta International Java Jazz Festival. Jadwal acara bisa juga didapatkan di lokasi acara. Ada yang tersedia gratis dalam selebaran atau spanduk, tapi biasanya ada juga yang dijual dalam bentuk majalah beserta profil singkat dari setiap artis.

Sempatkan beli merchandise di hari pertama. Biasanya, di hari terakhir sudah banyak stok yang habis.

2. Persiapkan stamina.
Untuk bisa menghadiri sebuah festival musik selama tiga hari berturut-turut yang berlangsung dari sore sampai tengah malam dengan nyaman, tentunya butuh stamina yang bagus. Apalagi lokasinya terbilang sangat luas dan perlu wira-wiri dari ruangan yang satu ke ruangan yang lain untuk mengikuti jadwal pertunjukan artis favorit. Jadi, jagalah kondisi tubuh sebaik-baiknya biar dapat menikmati seluruh pertunjukan secara lengkap. Kalau perlu, minum vitamin secukupnya setiap hari sebelum berangkat ke lokasi.

3. Pakailah pakaian dan alas kaki yang super nyaman.
Masih berkaitan dengan luasnya lokasi dan lamanya acara, sangatlah penting untuk mengenakan pakaian yang enak di badan dan bisa cepat menyerap keringat. Begitu juga dengan alas kaki. Pilihlah alas kaki yang super nyaman agar bisa wira-wiri dengan enak dan nyaman dalam waktu berjam-jam. Berniat datang pakai high heels? Pikirkanlah sekali lagi dengan bijaksana.

4. Datanglah lebih awal.
Sebisa mungkin datanglah lebih awal ke lokasi. Pasalnya, begitu menjelang malam biasanya arus lalu lintas sekitar lokasi akan semakin padat dan cenderung macet. Datang lebih cepat juga tidak ada ruginya karena setiap harinya artis atau musisi yang tampil di awal acara bukanlah yang layak dilewatkan. Untuk hari Jumat, misalnya. Di jam 5 sore sudah ada pertunjukan dari Ron King Big Band. Bahkan di hari ke-2, pertunjukan George Benson dan juga Sondre Lerche dijadwalkan manggung sebelum jam 6 sore.

5. Jangan bawa makanan dan minuman dari luar.
Hingga tahun 2010 lalu masih saja terlihat tumpukan sisa makanan dan minuman di dekat pintu masuk. Itu adalah hasil sitaan dari penonton yang masih nekat membawanya meskipun dilarang. Kecuali punya ‘kemampuan sakti’ bisa menyembunyikannya tanpa ketahuan, sebaiknya jangan coba-coba membawa makanan dan minuman dari luar. Pemeriksaannya tergolong ketat. Untunglah di dalam lokasi tersedia banyak makanan dan minuman. Memang, umumnya harga yang diterapkan agak tinggi jika dibandingkan di luar, tapi ada juga masih cukup terjangkau kok.

6. Jangan tunda beli merchandise.
Suka mengumpulkan pernik suvenir sebagai kenangan? Jika datang ke festival ini dari hari pertama, langsung saja sempatkan untuk berburu merchandise. Begitu ada yang cocok, jangan ragu segera membelinya. Tidak perlu menunda hingga hari terakhir karena biasanya di hari terakhir sudah banyak jenis suvenir yang stoknya habis.

7. Perhatikan cara pembayarannya.
Untuk membeli makanan dan minuman yang tersedia, cara pembayarannya tidak dengan uang tunai melainkan menggunakan kartu prepaid isi ulang milik salah satu sponsor utamanya yang dimulai sejak tahun lalu. Begitu juga untuk membeli merchandise. Mungkin cara pembayaran seperti itu terasa cukup merepotkan, tapi cobalah lihat sisi positifnya. Misalnya, tidak perlu bingung soal uang kembalian saat berbelanja. Kartu prepaid-nya sendiri cukup menarik untuk dikoleksi karena bergambar artis utama yang manggung di festival tahun ini.

8. Bawa ransel atau tas selempang.
Bukan, ini bukan supaya dianggap pelajar atau mahasiswa. Biar tetap nyaman menyaksikan aksi panggung para musisi pujaan, tas selempang atau ransel bisa digunakan untuk menampung hasil berburu merchandise dan juga sample products yang juga biasa dibagikan di lokasi oleh sejumlah sponsor. Atau lebih memilih menenteng tas atau kantong plastik sambil nonton konser?

9. Siapkan peralatan komunikasi.
Hampir setiap tahun, keluhan yang banyak terdengar adalah soal susahnya berkomunikasi dengan ponsel saat berada di lokasi acara. Daripada terus curiga dengan operator seluler yang menjadi sponsor sebagai penyebabnya, mungkin lebih baik siapkan lebih dari satu nomor seluler dengan operator yang berbeda sebagai alternatif. Jangan lupa, siapkan juga ketahanan baterai ponsel yang digunakan.

10. Siapkan alat pengambil gambar.
Jika hanya untuk keperluan pribadi, biasanya tidak ada larangan membawa kamera atau ponsel berkamera ke dalam lokasi pertunjukan. Jadi, jangan lupa menyiapkan kartu memori berkapasitas besar. Jangan sampai menyesal tidak bisa berfoto bareng artis hanya karena kehabisan kapasitas kartu memori, misalnya. Oh ya, jangan terlalu asyik memotret atau merekam aksi musisi yang sedang tampil di atas panggung hingga melupakan kenyamanan diri sendiri dan juga penonton lain.

11. Pilihlah transportasi cocok.
Untuk datang ke lokasi, pilihan transportasi manakah yang paling pas? Naik kendaraan pribadi atau kendaraan umum seperti taksi? Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan sendiri. Pilihlah yang ternyaman, yang paling sesuai dengan kondisi masing-masing. Sebagai gambaran, meskipun dengan menggunakan kendaraan umum seperti taksi bisa terhindar dari antrean saat datang dan pulang namun tetap saja harus bersiap menunggu agak lama atau berjalan ke dekat jalan yang lebih ramai dilewati taksi atau kendaraan umum lainnya ketika jam pulang tiba.

Ada yang ingin menambahkan hal lain yang juga perlu diperhatikan?

(Catatan: tulisan ini dikembangkan dari tulisan saya berjudul “9 Tips Seputar Java Jazz Festival” yang pernah dimuat di Asia Blogging Network, 6 Maret 2008)

credit yahoo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: