Dampak Ledakan Nuklir di Jepang akibat Gempa dan Tsunami (Video)

16 Mar

https://i2.wp.com/images.detik.com/content/2011/03/12/10/nuklirmeledak-DLM.jpg

Pasca meledaknya reaktor nuklir nomor 1 di Fukushima, bahaya radiasi mengancam warga Jepang. Meskipun warga dengan radius 10 km telah dievakuasi, namun otoritas setempat tetap mengimbau semua warga untuk tetap di dalam rumah dan menghindari keluar tanpa menutupi kulit.

Seperti dilansir oleh AFP, Sabtu (12/3/2011), ledakan pada reaktor nuklir dan asap yang mengepul keluar dari reaktor dikhawatirkan menyebarkan bahaya radioaktif melalui udara.

Melalui stasiun televisi setempat, masyarakat Jepang diminta untuk tetap di rumah, mematikan AC dan tidak meminum air langsung dari keran. Hal ini untuk menghindari ancaman kontaminasi radioaktif.

Bagi warga yang hendak keluar rumah, pemerintah mengimbau mereka untuk mengenakan jaket dan baju yang menutupi seluruh tubuh, termasuk juga mengenakan masker dan handuk basah.

Zona evakuasi pun diperluas dari sebelumnya 10 km dari reaktor menjadi 20 km. Warga-warga yang masuk dalam zona itu akan dievakuasi.

Diketahui bahwa ledakan pada salah satu reaktor nuklir di Fukushima terjadi pada sekitar pukul 15.30 waktu setempat. Reaktor terbakar hebat dan asap pekat pun langsung membumbung tinggi ke angkasa. Bangunan reaktor dilaporkan hancur akibat ledakan.

Pihak operator Tokyo Electric Power Co (Tepco) membenarkan ledakan ini. Mereka juga menyatakan bahwa atap bangunan reaktor nuklir telah runtuh.

Tepco juga membenarkan bahwa 4 orang pekerjanya menjadi korban ledakan ini. Namun, disebutkan bahwa luka yang dialami tidak begitu parah. Keempatnya masih berhasil selamat.

Sementara itu, tangan kanan Perdana Menteri Naoto Kan, Sekretaris Kabinet Jepang, Yukio Edano dalam sebuah konferensi pers menyatakan bahwa pihaknya telah mengirimkan tim penyelamat hiper dari Pemadam Kebakaran Tokyo langsung ke lokasi ledakan.

Edano mengatakan, pemerintah tengah mengambil langkah-langkah darurat terkait hal ini. Di samping, juga mengumpulkan yodium, yang bisa digunakan untuk melawan penyakit radiasi.

Edano menambahkan, pemerintah tengah melakukan upaya investigasi untuk mengatasi dampak ledakan ini. “Kami tengah menyelidiki penyebab dan juga situasinya, kami akan mengungkapkannya kepada publik setelah ada informasi lebih lanjut,” ujar Edano seperti dilansir Reuters.


http://image.tempointeraktif.com/?id=67833&width=274

LEDAKAN KETIGA 4X LIPAT

Tingkat radiasi udara sekitar pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Jepang telah meningkat empat kali lipat, setelah ledakan bangunan pembangkit. Operator Tokyo Electric Power Co mengatakan radiasi terbaca 8.217 mikrosievert pada 08:31 naik dari 1.941 satu jam 40 menit sebelumnya.

Pihak berwenang di kompleks Daiichi Fukushima masih berusaha mencegah kebocoran di tiga reaktor nuklir pabrik setelah kerusakan akibat gempa bumi 9 Richter yang memicu tsunami Jumat pekan lalu.

Pemerintah Jepang mengatakan level 1 juta atau lebih bisa mengakibatkan radiasi masuk kategori membahayakan.

Jepang telah meminta lebih banyak perlengkapan untuk membantu mendinginkan reaktor ke Amerika Serikat, setelah ancaman ledakan di lokasi reaktor nomor 2. “Ini merupakan ledakan hidrogen. Kami masih menilai penyebab dan tak yakin apakah ledakan disebabkan oleh kerusakan dari ruangan bertekanan,” kata petugas agensi keamanan nuklir tanpa menjelaskan lebih lanjut kepada Reuters.

Peningkatan radiasi ini diakibatkan ledakan ketiga di pembangkit nuklir Jepang. Ledakan ini semakin mengkhawatirkan. Pasalnya ledakan ketiga hari ini membuat sejumlah petugas dan tim evakuasi yang berupaya menutup kebocoran dari ledakan ketiga menggunakan air laut sebagai pendinginan sudah menyingkir jauh dari lokasi.

Lebih dari 180.000 orang mengungsi dari pembangkit, 160 orang terpapar radiasi. Semula ledakan terjadi di bangunan reaktor nomor satu dan tiga. Ledakan terakhir terjadi di bangunan nomor dua.

BOCOR KE ATMOSFER

https://i0.wp.com/i.okezone.com/content/2011/03/15/413/435087/WLk7fMoIea.jpg

Badan Pengawas Nuklir PBB (IAEA) mengatakan, Pemerintah Jepang melaporkan bahwa penyimpanan bahan bakar di reaktor mereka terbakar dan menyebabkan radiasinya langsung terlepas ke atmosfer udara.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Pemerintah Jepang, IAEA mengatakan rasio penyebaran radiasi dari pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Daiichi mencapai 400 millisievert per jam.
.
PLTN Fukushima memang diketahui mengalami kerusakan berat sejak diguncang gempa berkekuatan 8,9 skala richter (SR) serta sapuan gelombang tsunami yang berkekuatan besar.
Namun IAEA tidak mendapatkan laporan detail perbandingan dari level radiasi. Diperkirakan catatan radiasi tahunan dari sumber alami PLTN tersebut mencapai sekira tiga juta millisieverts. Catatan ini digunakan untuk mengukur dosis radiasi yang diterima oleh manusia.
.
“Pemerintah Jepang menyatakan ada kemungkinan kebakaran yang disebakan oleh ledakan hidrogen. Rasio hingga 400 millisievert per jam, dilaporkan telah terpindai di lokasi PLTN,” laporan dari IAEA seperti dikutip Reuters, Selasa (15/3/2011).
Terkait masalah radiasi ini, Pemerintah Jepang memberi peringatan bahwa level radiasi secara signifikan terus meningkat. Peningkatan ini terjadi setelah dua ledakan yang di PLTN Fukushima. Pihak Kedutaan Prancis di Tokyo, bahkan menyebutkan radiasi menyentuh Tokyo dalam hitungan jam.
.
WARGA JEPANG DI LARANG KELUAR RUMAH
.
http://image.tempointeraktif.com/?id=67733&width=274
.
Tingkat bahaya dari kebocoran radiasi pada pembangkit listrik tenaga nuklir memaksa Jepang memerintahkan 140 ribu orang untuk diam dalam rumah.

Dalam pernyataannya di televisi nasional, Perdana Menteri Jepang Naoto Kan mengatakan, radiasi telah menyebar dari empat reaktor di pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Da-ichi di wilayah Fukushima, salah satu tempat yang paling parah terkena gempa berkekuatan hampir 9 SR dan tsunami yang menyebabkan 10 ribu orang tewas.

Meski demikian, Kan dan pejabat lainnya meminta masyarakat tenang. Perkembangan yang terjadi Selasa (15/3) ini, menyulut kepanikan di Jepang dan di seluruh dunia lainnya di tengah-tengah ketidakpastian apa yang akan terjadi di masa datang.

Skenario terburuknya, inti reaktor dapat benar-benar mencair. Kerusakan dapat memuntahkan radioaktif dalam jumlah besar ke atmosfer.

Di Tokyo dilaporkan, tingkat radiasi sedikit meninggi, tapi pejabat setempat mengatakan kenaikan itu terlalu kecil untuk mengancam 39 juta orang di Ibu Kota dan sekitarnya, hingga sejauh 170 mil atau 270 kilo meter. Adapun di wilayah yang lebih dekat dengan kompleks nuklir, di jalan-jalan di kota pesisir Soma kosong karena sejumlah warga mematuhi peringatan pemerintah untuk tetap di dalam rumah.

Kantor berita Kyodo memberitakan pejabat di bagian selatan Fukushima melaporkan radiasi yang terjadi Selasa pagi tadi 100 kali lipat lebih tinggi dari tingkat normal.

Kan dan pejabat lainnya mengingatkan bahaya dari banyaknya kebocoran. Mereka  meminta masyarakat yang tinggal di lokasi berjarak 19 mil atau 30 kilo meter dari kompleks Fukushima Da-ichi untuk tinggal di rumah menghindari terkena paparan yang dapat mendatangkan penyakit.

“Tolong jangan pergi ke luar. Tetap di dalam rumah. Tolong tutup jendela dan buat rumah Anda kedap udara,” kata Kepala Sekretaris Kabinet Yukio Edano mengatakan kepada penduduk yang tinggal di zona berbahaya.

Kejadian ini adalah krisis nuklir terburuk yang dihadapi Jepang sejak ledakan bom di Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia II. Ini juga menjadi ancaman nuklir pertama yang menakutkan dunia sejak meledaknya pembangkit tenaga nuklir di Chernobyl, Ukraina, yang meledak pada 1986.

Sejumlah 70 ribu orang telah siap dievakuasi dari lokasi yang berjarak 12 mil atau 20 kilo meter dari kompleks Dai-ichi. Sedangkan sekitar 140 ribu orang diingatkan masuk dalam zona peringatan baru.

Borong Iodida
http://image.tempointeraktif.com/?id=67996&width=274

Ketakutan terhadap kebocoran reaktor nuklir Jepang telah membuat  konsumen berebut untuk mendapatkan penangkal radiasi di pantai barat Amerika Serikat dan Kanada.

Namun pihak otoritas kesehatan setempat hari Selasa mengatakan ketakutan itu tidak beralasan. Otoritas memperingatkan bahwa penggunaan iodida kalium yang tidak bertanggung jawab untuk melindungi dari kanker akan menyebabkan masalah medis lainnya bagi mereka.

Namun pernyataan dari pemerintah federal AS atas penggunaan iodida itu justru menambah kebingungan.

Menteri Energi Steven Chu mengatakan kepada wartawan ia tidak melihat kebutuhan untuk membeli tablet itu, tetapi menambahkan “ini negara bebas”, sementara Regina Benyamin dari US Surgeon General tidak menolak hal itu itu.

“Itu adalah tindakan pencegahan. Maksud Anda menyimpannya sebagai persediaan? Saya tidak mendengar hal itu. Tapi, maksudku, itu tindakan pencegahan,” kata Benyamin kepada wartawan selama tur ke San Francisco.

Toko obat dan klinik holistik dari California hingga British Columbia telah mengalami peningkatan tajam permintaan untuk iodida kalium dan penangkal potensial lainnya terhadap radiasi sejak krisis reaktor Jepang dimulai.

“Orang-orang takut dan khawatir. Mereka tidak tahu apa yang terjadi,” kata Leah Adangfry, manajer toko dan herbalis di toko obat alami Rainbow di Seattle yang sedang menyusun daftar tunggu.

Kalium iodida adalah bentuk umum dari garam. Zat ini dapat melindungi kelenjar tiroid dari radiasi dan kanker yang disebabkan oleh yodium radioaktif. Dikenal secara kimia sebagai KI, ia memenuhi kelenjar itu dengan yodium non-radioaktif, mengurangi penyerapan yodium radioaktif berbahaya.

Jepang telah mendistribusikan persediaan obat itu di area reaktor Fukushima yang bermasalah, di mana pihak berwenang sedang berjuang untuk mencegah pelepasan radiasi sejak reaktor itu rusak akibat gempa 9 skala Richter yang mematikan minggu lalu.

17 MARINIR AS TERKENA RADIASI
.
https://i2.wp.com/stat.k.kidsklik.com/data/photo/2011/03/01/0220385620X310.jpg

Sebanyak 17 anggota tim helikopter kapal induk Ronald Reagan milik Amerika Serikat terkena radiasi dari zat-zat radioaktif yang bocor dari instalasinya akibat diterjang tsunami di Jepang.Namun, menurut Juru Bicara Departemen Pertahanan AS Kolonel David Lapan, “Orang-orang itu semua telah dibebaskan dari zat-zat radioaktif dengan sabun dan air.”

Ke-17 marinir di tim helikopter itu merupakan bagian dari awak delapan kapal angkatan laut AS, termasuk kapal induk Ronald Reagan yang sudah berada di Jepang, Senin (14/3/2011).

Kedelapan kapal membantu operasi pertolongan dan pemulihan di Jepang, sebanyak lima lagi kapal lain sedang dalam perjalanan ke negara itu.

“Kami sekarang memiliki delapan kapal yang ditempatkan di timur Honshu, lima lagi dalam perjalanan,” kata Kolonel David Lapan.

Material radioaktif dari salah satu reaktor di tempat pembangkit Fukushima Dai-Ichi telah memaksa beberapa pesawat dan (kapal) pengawal angkatan lautnya untuk pindah, katanya.

Kapal induk itu akan berfungsi sebagai panggung mengapung untuk mengisi kembali bahan bakar helikopter-helikopter militer dan sipil Jepang. Aset kapal itu, termasuk sekitar 80 pesawat dan helikopter, akan digunakan untuk pengintaian dan membawa air serta selimut ke orang-orang yang telantar, jelas Lapan.

Marinir yang ditempatkan di Pulau Okinawa, Jepang, telah dikerahkan kembali di timur laut ke Honshu, tempat terburuk yang terkena gempa bermagnitud 8,9 dan tsunami sangat besar, Jumat, dan aset lainnya telah menuju ke Pulau Hokkaido, tempat mereka akan membantu mengangkut tentara Jepang.

Kapal dok pendaratan USS Tortuga akan tiba di kawasan itu pada Selasa dan akan membongkar muatan sebanyak 300 anggota pasukan bela diri Jepang dan 90 kendaraan, kata Lapan. Kapal itu juga membawa beberapa helikopter pencarian dan pertolongan MH-53 Pave Low.

Kapal serang amfibi USS Essex, yang juga membawa sejumlah helikopter, dan dua kapal dok lainnya, USS Germantown dan USS Harpers Ferry, akan tiba pada Rabu dengan 2.000 marinir di atasnya.

Kapal komando Armada Ketujuh AS, USS Blue Ridge, juga diperkirakan tiba pada Rabu, penuh dengan bantuan kemanusiaan. Sekitar 38.000 tentara AS akan ditempatkan di Jepang dan 11.000 tentara yang lain bermarkas di kapal-kapal di lepas pantai negara itu.

Jepang telah mengirim sekitar 100.000 tentaranya ke wilayah timur laut yang dicabik gempa, sekitar 40 persen dari pasukan bersenjata negara itu.

PERINGATAN UNTUK WNI

Berdasarkan rilis dari Kementerian Luar Negeri kepada redaksi INILAH.COM, WNI yang berada di Jepang dan yang memiliki urusan penting untuk berkunjung ke negara tersebut agar selalu berkomunikasi dengan Kedutaan Besar RI di Tokyo dan/atau Kementerian Luar Negeri di Jakarta mengenai perkembangan terakhir situasi di Jepang.

“WNI yang berada di Jepang juga agar senantiasa memperhatikan dan mematuhi himbauan yang disampaikan Pemerintah Jepang,” demikian rilis tersebut.

WNI yang memiliki urusan penting untuk berkunjung ke Jepang agar menghindari wilayah-wilayah yang paling parah terkena dampak gempa bumi dan tsunami. Diantaranya Perfektur Miyagi, Iwate, Fukushima dan Ibaraki.

WNI juga diimbau agar selalu mengikuti perkembangan terkini khususnya pengumuman-pengumuman yang dikeluarkan Pemerintah Jepang, Kementerian Luar Negeri RI dan KBRI Tokyo.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: