Ujian Nasional 2011 Besok

17 Apr

http://marliaro.files.wordpress.com/2010/11/karikatur-ujian-nasional.jpg

Ujian Nasional (UN) untuk SMA dan sederajat tinggal di depan mata. Senin (18/4) mendatang, seluruh siswa tingkat menengah atas seluruh Indonesia akan serempak melakukan UN untuk menentukan kelulusannya.

Kelulusan juga sangat tergantung dari kesiapan mental dari para siswanya. Selain persiapan yang memadai, dukungan orang tua sangat berperan untuk menunjang kelulusan siswa.

“Kita berharap para orang tua memberikan perhatian yang lebih menjelang UN ini. Perhatian yang lebih tentu akan membuat siswa lebih siap dalam menghadapi UN tahun ini,” ujar Kepala dinas pendidikan DKI Taufik Yudi Mulyanto saat dihubungi detikcom, Sabtu (16/4/2011) malam.

Menurut Taufik, keluarga sebagai lingkungan terdekat sangat dibutuhkan perannya oleh para siswa untuk menghadapi UN. Orang tua diharapkan bisa menyiapkan segala keperluan bagi putra-putri untuk Senin besok.

“Ya pertama sarapan, buatkan kesukaan anak, kalau bisa saat sarapan didampingi. Ingatkan anak akan segala perlengkapan untuk UN jangan sampai ada yang tertinggal, dan juga ingatkan agar istirahat yang cukup sebelum UN, ini penting bagi kesiapan mental murid,” terangnya.

Menurut Taufik, untuk Pemprov DKI sendiri, setiap sekolah sudah memberikan pembekalan yang cukup. Penambahan materi, try out, persiapan bahkan pembahasan soal-soal terdahulu sudah dilakukan. Selebihnya tinggal usaha dari para siswa.

“Ya kita tentu berharap semua siswa lulus dengan baik. Untuk itu peran sekolah dan keluarga, dalam hal ini orangtua sangat penting. Jadi saya imbau bagi orangtua yang memiliki putra putri yang akan melaksanakan UN, harap diperhatikan betul putra-putrinya,” imbuhnya.

Jumlah Soal UN Sudah Terpenuhi

Untuk mengantisipasi kebocoran soal Ujian Nasional yang akan berlangsung besok (18/4), pengamanan soal UN dilakukan tiga lapis. Yakni dengan memberikan tiga kunci kepada kapolsek, pengawas independen dan perwakilan dari dinas Pendidikan masing-masing kota.

Menurut Kapolres Malang AKBP Rinto Dajtmono pengamanan soal ujian pihak kepolisian akan dilibatkan untuk mengantisipasi kebocoran. Sehingga ketika ujian akan berlangsung ketiga komponen tersebut harus hadir untuk membuka gudang penyimpanan soal. “Salah satu tidak datang gudang soal tidak bisa dibuka,”ujarnya kepada Surabaya Post.

Di Mojokerto dan Jombang Panitia Ujian Nasional (UN) di kedua daerah itu optimis penyelenggaraan UN, Senin (18/4) akan berjalan lancar. Karena, semua naskah dan Lembar Jawaban Komputer (LJK)  yang semula ada kekurangan,  Minggu (17/4) pagi sudah terpenuhi, kini naskah tersebut dalam proses pendistribusian ke Mapolsek yang ada di dua wilayah daerah tersebut.

Kepala Bidang Menengah Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang, Kusnadi Said dikonfirmasi, Minggu (17/4) mengatakan, semua kekurangan naskah serta LJK sudah terpenuhi. Setelah panitia tadi malam mengambil kekurangan naskah dan LJK tersebut. “Hari ini kita distribusikan ke Polsek – Polsek untuk diisimpan dan besok di distribusikan ke sekolah yang menyelenggarakan UN,”katanya.

http://alfredoelectroboy.files.wordpress.com/2011/04/un.gif?w=300

Kasubag Polresta Mojkerto, AKP Sriyono mengatakan, penjagaan naskah UN dilakukan di Mapolresta Mojokerto secara ketat 24 jam. Untuk mengamankan dan memperlancar penyelenggaraan UN, Polresta mengerahkan personel sedikitnya 30 orang. Mereka berjaga digudang tempat penyimpanan naskah UN dan di sekolah-sekolah. Para petugas semuanya akan berpakian preman.

Sedangkan Kasubag Humas Polres Mojokerto, AKP Lilik Akhiril Ekawati mengatakan, semua materi UN hari ini dalam proses pendistribusian ke Polsek-polsek. Naskah tersebut akan disimpan di Mapolsek dan dijaga petugas kepolisian dan panitia UN yang ada rayon-rayon. Dalam UN ini Polres mengerahkan tenaga kepolisian sedikitnya 75 orang. Mereka bekerja sebelum naskah datang, proses UN sampai UN selesai.

Kapolres Pamekasan AKBP Anjar Gunadi menjelaskan, pada Sabtu (16/4) pagi pihaknya telah mengirim naskah soal ujian dan sudah sampai di tempat tujuan ke semua Polsek jajaran, kecuali untuk wilayah kota. Sebab di Kota Pamekasan pengambilan naskah soal tetap diambil di Mapolres pada hari pelaksaan ujian.

“Distribusi soal ujian sudah tuntas sampai di 12 Polsek jajaran se Pamekasan dan terus dijaga ketat sampai waktu pelaksanaan. Setelah itu kita tinggal menunggu hari H untuk didistribusikan lagi ke lokasi ujian ,” katanya saat dihubungi melalui telepon selulernya, Sabtu (16/4).

Kapolres meminta kepada masyarakat untuk mensukseskan ujian nasional di Pamekasan dengan memberikan motivasi serta semangat belajar kepada para anak didik dan diimbau untuk menghindari melakukan perbuatan curang.

“Mari kita sukseskan pelaksanaan UN tahun ini, dengan terus memberikan motivasi dan semangat kepada para anak didik untuk belajar. Dan jangan percaya terhadap isu-isu kebocoran soal, sebab jika itu terjadi itu tindakan melawan hukum, lebih baik anak anak kita ajak dan motivasi untuk belajar,” tuturnya.

Kasi Kurikulum SMP, SMA, SMK Kantor Dinas P dan K Kota Mojokerto, Drs Agus Astono dikonfirmasi terpisah mengatakan, semua kekurangan materi soal, dan LJK UN, Minggu pagi sudah terpenuhi, dan kini dilakukan penyortiran, untuk dikemas per rayon.

TIDAK ADA SOAL BOCOR

Meski diwarnai sedikit kekacauan karena pendistribusian soal UN di beberapa tempat belum beres, Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh menjamin naskah UN tidak akan bocor. Sebab, naskah ujian berada di bawah pengawasan ketat Polsek di tiap-tiap Kecamatan dan saat ini sudah sampai di seluruh kabupaten di Indonesia sebelum pelaksanaan UN besok (18/4).

“Kuncinya dibawa tiga orang, kapolsek, pengawas independen dan perwakilan dari dinas,”katanya saat meninjau pengamanan soal di Mapolsek Gubeng (18/4).

M Nuh juga menegaskan lima jenis soal Ujian Nasional (UN) yang diberlakukan mulai tahun ini tak akan mempersulit petugas, seperti yang dikhawatirkan sejumlah guru dan pengawas di Jawa Timur karena ada kemungkinan lembar soal dan jawab bisa tertukar.

Mendiknas menambahkan, Kementerian Pendidikan Nasional sudah menyiapkan sistem yang dapat mempermudah dalam membedakan soal sehingga petugas tidak perlu khawatir dengan banyaknya jenis soal yang ada dibanding tahun sebelumnya. “Tidak ribet, tinggal mengisi kotak kode soal,” ujarnya di Surabaya (16/4).

Pembedaan soal tersebut, kata M Nuh, akan disediakan lima map dengan warna berbeda. Setiap map diisi satu soal saja sehingga soal tidak tertukar. Selain itu, tempat duduk siswa juga dibedakan sesuai dengan lima jenis soal tersebut. Tempat duduknya diatur sesuai dengan paket soal yang akan diterimanya. “Jangan sampai semuanya duduk untuk satu paket soal, “ ujarnya.
M Nuh mengimbau para siswa agar belajar dan berdoa menjelang pelaksanaan ujian. Sebab, pelaksanaan ujian tahun ini merupakan salah satu tolok ukur seorang siswa untuk menunjukkan kemampuannya.

Terkait isu maraknya joki, M Nuh menampiknya, karena semua soal ujian belum dibagikan dan tidak ada soal yang bocor. Sehingga, katanya, bagaimana joki bisa menjawab pertanyaan kalau soalnya belum dibagikan.
Ia berharap, pelaksanaan ujian nasional bisa berjalan lancar dan tidak ada kendala yang berarti. Masyarakat atau orang tua juga diminta tidak terpancing dengan isu seputar joki UN. Mendiknas mengimbau kepada para siswa menggabungkan kekuatan spiritual religi dan rasio untuk mendapatkan yang terbaik dalam UN.

Dia berharap, siswa yang hasil ujian sekolahnya di bawah nilai kelulusan agar bekerja lebih keras dalam UN untuk mendapatkan nilai tinggi.

Meski demikian, M Nuh tak segan-segan memberikan sanksi bagi siswa, guru atau sekolah yang bertindak curang saat ujian nasional. “Siswa dan guru atau kepala sekolah yang curang akan dicoret atau nilai UN dianggap tidak ada,” katanya.
Selain itu, jika ada guru atau kepala sekolah yang melakukan manipulasi dengan ujian sekolah yang berkontribusi 40 persen dalam kelulusan siswa, maka kontribusi 40% dianggap tidak ada. “Ini penting, sebab kejujuran dalam UN dan ujian sekolah merupakan prinsip, bukan semata-mata nilai,” ujarnya.
Sementara itu, Kasat Binmas Polrestabes Surabaya, AKBP Sri Setyo Rahayu mengungkapkan, pihaknya tetap berkomitmen untuk mengawal dan mengamankan soal UN hingga pendistribusian ke sekolah. Proses pengawalan akan dilakukan dengan tiga tim dari kepolisian, Dinas Pendidikan dan Tim Pengawas dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya. “Penyerahan naskah dilaksanakan ke sekolah masing-masing pada hari ‘tanggal 18-21 April,” ujarnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: