Karena Jual iPad di Kaskus, masuk Penjara

2 Jul

https://i2.wp.com/media.vivanews.com/thumbs2/2010/06/14/91105_ipad_300_225.jpg

Hati-hati menjual barang elektronik melalui Internet. Salah-salah, nasib Anda jadi seperti Dian dan Randy. Hanya gara-gara menjual 2 unit iPad, kini mereka menghadapi ancaman hukuman penjara.

Awal mulanya, Randy membeli 2 unit, masing-masing iPad 16 Gb seharga Rp6,6 juta dan iPad 64Gb seharga Rp8,5 juta. Menurut pengacara Dian dan Randy, Virza Roy Hizzal, Randy menjual ke Dian dengan keuntungan Rp300-400 ribu per unit. Dian lalu menjualnya kembali di situs Kaskus.

Siapa nyana, karena itulah keduanya terjerat hukum. Polisi yang menyamar menjadi pembeli menyatakan minatnya untuk membeli iPad itu. Kesepakatan dibuat, mereka bertemu di Plaza Citiwalk, Jakarta, pada 24 November 2010 lalu. Dalam pertemuan itu, polisi tak hanya menyatakan minatnya untuk membeli 2 buah iPad, namun juga bilang ingin memborong 8 buah sekaligus. Artinya masih ada 6 unit lagi yang harus disediakan.

“Dian menyatakan tidak ada. Dia lalu menghubungi Randy, karena temannya itu masih memiliki beberapa stok lagi. Disepakatilah pembelian menjadi 8 buah iPad,” ujar Virza kepada VIVAnews di Jakarta, Sabtu, 2 Juli 2011.

Polisi lalu menanyakan apakah iPad-iPad itu dilengkapi buku manual dalam Bahasa Indonesia. Keduanya menyatakan tidak ada. Polisi langsung menciduk keduanya. Mereka digelandang ke Polda Metro Jaya dan 8 iPad itu ditahan sebagai barang bukti. Keduanya ternyata didakwa Pasal 8 ayat 1 huruf J UU No. 8/1999 mengenai Perlindungan Konsumen dan Pasal 52 junto ayat 32 UU No. 36/1999 tentang Telekomunikasi.

Awalnya, mereka tidak ditahan karena dinilai memiliki itikad baik dan bersikap kooperatif. Namun, ketika berkas mereka dilimpahkan ke kejaksaan, mereka ditahan sejak 3 Mei 2011. Alasannya, mereka dijerat UU Perlindungan Konsumen yang membuat tersangka bisa dikenakan penahanan.

“Ancaman UU Perlindungan Konsumen ancamannya 5 tahun dan bisa dikenakan penahanan. Tapi yang UU telekomunikasi sanksinya minimal 1 tahun dan tidak bisa ditahan,” ujar Virza.

DIBAHAS

http://images.detik.com/content/2011/07/02/10/Penjara1-(Reuters)-dalam.jpg

Komisi III DPR RI menyebut kasus yang menimpa Dian (42) dan Randy (29) yang dijerat hukum hanya karena menjual 2 iPad tanpa ada manual book dalam bahasa Indonesia, telah mengusik rasa keadilan masyarakat. Pihak Kepolisian RI pun diminta untuk memberikan penjelasan langsung terkait kasus ini kepada masyarakat.

“Penangkapan penjual 2 iPad sangat mengusik rasa keadilan masyarakat. Apalagi berita ini terungkap di saat Polri sedang memperingati HUT ke-65-nya kemarin, yang diapresiasi masyarakat karena dilakukan secara sederhana,” ujar anggota Komisi III DPR RI, Martin Hutabarat dalam rilis kepada detikcom, Sabtu (2/7/2011).

Martin mengapresiasi perayaan HUT Bhayangkara ke-65 kemarin yang berlangsung tidak glamor tapi berkesan. Menurutnya, hal ini menunjukkan sikap Polri yang kembali ke jati dirinya sebagai pelayan masyarakat. Namun, munculnya kasus Dian dan Randy ini telah menodai kesan positif masyarakat terhadap Polri yang mulai terbangun.

“Polri sebaiknya memberi penjelasan tentang hal ini,” harapnya.
http://image.tempointeraktif.com/?id=45299&width=274

Terhadap kasus yang dinilai sejumlah pihak berlebihan dan aneh ini, muncul banyak pertanyaan di benak masyarakat. Pertanyaan-pertanyaan inilah yang harus dijawab dan dijelaskan langsung oleh Polri, agar masyarakat memahami apa yang sebenarnya terjadi.

“Pertanyaan umum sekarang, apakah kedua penjual iPad tersebut adalah bagian dari sindikat penyeludup atau tidak? Apakah kedua orang tersebut berlatar belakang pernah terdeteksi kriminal atau tidak? Mengapa mereka menjualnya hanya 2 buah melalui internet yang mudah dideteksi aparat? Apakah kualitas penyidik Polri tidak bisa membedakan penjual ini penjahat atau tidak?” ucapnya.

“Pertanyaan-pertanyaan semacam inilah yang perlu dijawab, agar masyarakat jangan penasaran,” imbuh anggota Fraksi Gerindra ini.

Martin menambahkan, dalam Panja Pemberantasan Mafia Pajak dan Mafia Hukum terungkap bahwa banyaknya kerugian negara hingga triliunan rupiah seringkali akibat penyelundupan yang tidak tersidik. Seharusnya, lanjut dia, penyelundup-penyelundup seperti inilah yang menjadi prioritas penangkapan Polri.

“Jangan sampai masyarakat yang membeli oleh-oleh barang dari kuar negeri, lalu mau menggantinya dengan menjual pada orang lain, lantas ditangkap dan ditahan dan dituntut hukuman bertahun-tahun dan dijadikan sebagai penjahat. Polri harus kembali ke jati diri sebagai pelayan masyarakat,” tandas Martin.

Kasus ini bermula ketika Dian dan Rendy menawarkan 2 buah Ipad 3G Wi Fi 64 GB di forum jual beli situs http://www.kaskus.us. Entah karena apa, tawaran ini membuat anggota polisi Polda Metro Jaya melakukan penyelidikan. Lantas, seorang anggota polisi, Eben Patar Opsunggu menyamar sebagai pembeli. Transaksi pun dilakukan pada 24 November 2010 di City Walk, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Lantas, keduanya ditangkap polisi. Oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Endang, keduanya didakwa melanggar Pasal 62 Ayat (1) juncto Pasal 8 Ayat (1) Huruf j UU/ 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen karena tidak memiliki manual book berbahasa Indonesia. Lalu, Pasal 52 juncto Pasal 32 Ayat (1) UU Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi, karena I Pad belum terkategori alat elektronik komunikasi resmi. Ancamannya pidana penjara paling lama 5 tahun penjara. Kasus ini masih berlangsung di PN Jakarta Pusat.

RAMAI DI TWITTER

Penahanan Dian dan Randy lantaran menjual iPad di kaskus ramai diperbincangkan di jejaring sosial Twitter. Kata #FreeDianRandy mulai populer di Twitter sejak 1 Juli 2011. Namun, hingga Sabtu, 2 Juli 2011, sekitar pukul 12.00 WIB, belum menjadi trending topic.

Sutradara Joko Anwar berkomentar, “Tolong dong, guys, #FreeDianRandy, masak jualan iPad di kaskus cuman krn gak ada manual bhs indonesia masuk penjara,” tulisnya dalam akun @jokoanwar. Sebelumnya dia berkomentar, “Gadget baru muncul tiap hari undang-undangnya di_update 12 tahun lalu.”

Politikus PDI Perjuangan Pramono Anung juga sempat ditanya apakah ada manual book iPad berbahasa Indonesia. “Nggak ada, penegak hukumnya lagi ngelindur…” tulisnya dalam akun @Pramono Anung.

Dalam Twitter, tindakan polisi yang menangkap keduanya juga dikecam sejumlah masyarakat. Misalnya, seseorang berakun @erwinarbada dalam twitter menulis, “Yang nangkep itu bukan cuma heartless tapi brainless.”

Kasus ini bermula ketika Dian dan Randy menawarkan 2 buah iPad 3G WiFi 64 GB di forum jual-beli situs http://www.kaskus.us. Seorang anggota polisi menyamar sebagai pembeli. Transaksi pun dilakukan pada 24 November 2010 di City Walk, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Selanjutnya, Dian dan Randy ditahan di Rumah Tahanan Salemba, Jakarta Pusat, sejak 3 Mei lalu.

Mereka didakwa melanggar Pasal 62 Ayat (1) juncto Pasal 8 Ayat (1) Huruf j UU Nomor 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen karena tidak memiliki manual book berbahasa Indonesia. Mereka juga dijerat Pasal 52 juncto Pasal 32 Ayat (1) UU No 36/1999 tentang Telekomunikasi karena iPad belum terkategori alat elektronik komunikasi resmi. Keduanya terancam hukuman lima tahun penjara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: