(Video) Pembajakan Kereta Api Gajayana

27 Agu

https://i0.wp.com/media.vivanews.com/thumbs2/2011/08/27/121585_perampok-di-stasiun-senen_300_225.jpg

PT Kereta Api akan menambah personel keamanan dalam rangkaian, baik gerbong maupun lokomotif. Ini menyusul kejadian pembajakan kereta api Gajayana jurusan Malang Kotabaru – Jakarta Gambir yang terjadi pagi ini. “Seluruh kereta dari Jakarta maupun sebaliknya dikawal secara estafet,” kata Kepala Humas Kereta Api Sugeng Priyono di Jakarta, Sabtu, 27 Agustus 2011.

Upaya ini untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya hal serupa, mengingat puncak arus mudik di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, diperkirakan terjadi hari ini. “Kemarin kami sudah memberangkatkan 49 ribu pemudik, sedangkan petugas keamanannya 300 personel,” ujarnya.

Kereta Gajayana pagi tadi dibajak dua orang yang diduga anggota TNI dan Polisi. Pembajak ini naik di Stasiun Trisi, Indramayu, atau tepatnya enam stasiun setelah Stasiun Cirebon.

Aksi pembajakan ini sempat membuat panik ribuan penumpang. Sebab, saat penyergapan, sempat terjadi beberapa kali tembakan.

TERLAMBAT

Setelah aksi pembajakan Kereta Api Gajayana jurusan Malang-Jakarta, jadwal kereta api mengalami keterlambatan. Kepala Humas Daops 1 PT Kereta Api Mateta Rizalulhaq mengatakan insiden itu mengakibatkan jadwal keberangkatan kereta api terlambat setengah jam.

“Dampaknya kereta Tawang Jaya jurusan Jakarta-Semarang yang seharusnya berangkat 10.15 terlambat menjadi 10.45,” kata Mateta di Stasiun Pasar Senen Jakarta. Sabtu, 27 Agustus 2011.

Meski demikian, Mateta menjelaskan bahwa insiden tersebut tidak mengubah jadwal keberangkatan kereta api secara keseluruhan. “Tidak signifikan, jadwal kereta lainnya berjalan normal,” katanya.

Kereta Api Gajayana jurusan Malang – Jakarta dibajak dua orang yang mengaku oknum aparat di stasiun Terisi, Indramayu, tepatnya enam stasiun setelah Stasiun Cirebon. Melalui radiogram, pelaku meminta masinis mengarahkan ke Jakarta tanpa berhenti. Setelah itu kereta diarahkan ke Stasiun Senen dan dilakukan penyergapan, sekiktar pukul 10.00.

Dalam penyergapan itu, sempat terjadi beberapa kali tembakan, hingga akhirnya kedua pelaku berhasil dibekuk dan dibawa ke Polda Metro Jaya. Polisi juga mengamankan senapan api dan pisau belati.

LUKAI MASINIS

Pelaku pembajakan Kereta Api Gajayana jurusan Malang-Jakarta diduga mengalami gangguan jiwa alias stres. Pelaku pembajakan itu, yang diduga adalah oknum tentara, marah-marah sambil menodongkan senjata tajam.

“Pelaku ngomel-ngomel kaya orang stres. Pelaku bilang dia akan menghadap komandannya,” kata Kepala Humas PT KAI, Sugeng Priyono, menirukan pengakuan masinis Kereta Gajayana, Yodian Wiliarso, di Stasiun Pasar Senen Jakarta, 27 Agustus 2011.

Menurut Sugeng, masinis Kereta Gajayana ditodong pisau sangkur di bagian dada. Akibatnya, dada Yodian mengalami luka memar. Sementara itu, telapak tangannya juga tergores benda tajam.

“Secara fisik di dadanya ada memar ditangannya ada goresan benda tajam. Pelaku juga bawa senjata api,” ujar Sugeng. Namun, masinis berhasil diselamatkan.

Pembajakan ini tidak mengganggu operasi kereta api dalam melayani mudik lebaran. “Dengan kejadian ini tidak mengganggu operasi kereta api, kereta pelaku sudah diamankan ke Polda Metro Jaya,” imbuhnya.

Video juga bisa dilihat di sini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: