Kenali Penyakit Jantung Sejak Dini

2 Sep

Penyakit jantung bisa menyerang siapa saja. Usia muda juga rentan terhadap penyakit yang satu ini. Penyebabnya adalah pola hidup manusia sekarang memang sarat akan kerapuhan. Padahal jantung adalah organ terpenting bagi pastinya seseorang bisa hidup. Jantung yang sudah memiliki gejala sakit maka perlu berhati-hati lebih.

https://i0.wp.com/www.idafazz.com/wp-content/uploads/2011/04/gejala-penyakit-jantung.jpg

Penyakit jantung termasuk jantung koroner telah menjadi penyebab kematian utama di Indonesia maupun dunia. Di Indonesia, jantung koroner menempati posisi pertama sebagai penyakit yang paling banyak menimbulkan kematian. Demikian pula dengan stroke, sebagai penyakit yang memiliki prosentasi terbesar ketiga sebagai penyebab kematian.

https://i0.wp.com/kumpulan.info/images/stories/kesehatan/serangan-jantung.jpg

Jantung merupakan organ berupa otot, berbentuk kerucut, berongga dan dengan basisnya di atas dan puncaknya di bawah.dengan berat jantung kira-kira 300 gram. Supaya jantung berfungsi sebagai pemompa yang efisien, otot-otot jantung, rongga atas dan rongga bawah harus berkontraksi secara bergantian. Laju denyut jantung atau kerja pompa ini dikendalikan secara alami oleh suatu “pengatur irama” yang terdiri dari sekelompok yang secara khusus, disebut nodus sinotrialis, yang terletak didalam dinding serambi kanan. Sebuah impuls listrik yang ditransmisikan dari nodus sinotrialis ke kedua serambi membuat keduanya berkontraksi secara serentak. Arus listrik ini selanjutnya di teruskan ke dinding-dinding bilik, yang pada gilirannya membuat bilik-bilik berkontraksi secara serentak.

Serangan jantung adalah suatu kondisi ketika kerusakan dialami oleh bagian otot jantung (myocardium) akibat mendadak sangat berkurangnya pasokan darah ke situ. Berkurangnya pasokan darah ke jantung secara tiba-tiba dapat terjadi ketika salah satu nadi koroner ter blokade selama beberapa saat, entah akibat spasme – mengencangnya nadi koroner – atau akibar pergumpalan darah – thrombus. Bagian otot jantung yang biasanya di pasok oleh nadi yang terblokade berhenti berfungsi dengan baik segera setelah splasme reda dengan sendirinya, gejala-gejala hilang secara menyeluruh dan otot jantung berfungsi secara betul-betul normal lagi. Ini sering disebut crescendo angina atau coronary insufficiency. Sebaliknya, apabila pasokan darah ke jantung terhenti sama sekali, sel-sel yang bersangkutan mengalami perubahan yang permanen hanya dalam beberapa jam saja dan bagian otot jantung termaksud mengalami penurunan mutu atau rusak secara permanen. Otot yang mati ini disebut infark.

Jantung adalah sebuah otot yang memompa darah ke seluruh tubuh. Dalam suatu serangan jantung (myocardial infarction), bagian dari otot jantung mati sewaktu tidak mendapatkan darah. Untuk tetap sehat, jantung membutuhkan oksigen dan zat-zat gizi lain yang dibawa oleh darah. Ini didapatkan melalui arteria (pembuluh darah) koroner, yang membungkus bagian luar jantung. Penyumbatan dalam satu arteri koroner atau lebih dapat menimbulkan serangan jantung secara tiba-tiba. Penyebabnya karena jantung meminta oksigen melebihi yang tersedia sehingga memicu serangan jantung. Apabila otot jantung tidak menerima oksigen untuk waktu yang cukup lama, jaringan di sekitarnya dapat rusak. Tidak seperti jaringan yang lain, otot jantung tidak mengalami regenerasi. Semakin lama serangannya, semakin banyak kerusakan pada jantung dan semakin besar kemungkinan meninggal.

Nyeri dada sering kali dianggap remeh oleh sebagian orang. Padahal, rasa nyeri pada bagian dada merupakan salah satu gejala penyakit jantung dan pembuluh darah. Oleh karena itu, sejumlah gejala yang terkait dengan gangguan jantung perlu dikenali sejak dini agar penderita bisa segera mendapat pengobatan secara cepat dan efektif. Sejumlah keluhan fisik yang patut diwaspadai sebagai gejala penyakit jantung adalah nyeri dada, berdebar-debar, cepat letih, sesak napas, ada riwayat sering pingsan, sesak bila tidur terlentang, beberapa organ tubuh membiru, serta perut dan bagian kaki membengkak. Gejala lain yang dialami ketika seseorang terserang penyakit jantung adalah rasa nyeri yang hebat pada bagian dada yang disertai muntah. ”Rasa tertekan atau seperti ditimpa beban, sakit, terjepit, diperas, dan terbakar di bagian dada dapat menjalar ke lengan kiri, leher, dan punggung.

Berikut adalah gejala terkena penyakit jantung, tidak selalu, tetapi kebanyakan. Gejala tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Nyeri, Selama kita melakukan aktifitas, akan merasakan nyeri dibeberapa bagian tubuh. Otot yang tidak tersuplai darah dengan sesuai kebutuhan, oksigen dan proses metabolisme yang berlebih justru membuat kram. Dada terasa nyeri, sesak, karena otot jantung tidak mendapat cukup asupan darah. Nyeri yang dirasakan akan terjadi hampir disetiap harinya.
  2. Sesak Nafas, Masuknya cairan ke dalam rongga paru-paru sehingga mengganggu aliran udara dalam paru-paru. Penderita akan mengalami sesak nafas. Penderita merasa sesak nafas pada saat melakukan kegiatannya, sedang jika penderita sesak nafas saat istirahat (diam) berarti kategori sakit jantung tingkat lanjut. Sesak nafas sering dialami pada posisi berbaring. Karena cairan yang terkumpul di paru-paru mengalir ke jantung.
  3. Kelelahan atau Kepenatan, Otot jantung yang melemah menyebabkan proses pemompaan darah kurang sempurna. Penderita sering merasa lemah dan lelah meskipun tidak melakukan kegiatan apapun. Untuk menghindari melemahnya fungsi jantung, kita harus rutin berolahraga dan melakukan banyak gerakan yang akan memicu kerja jantung lebih aktif.
  4. Jantung Berdebar-debar (Palpitasi), Jantung berdebar-debar tanda sakit jantung adalah jenis debar yang bersamaan dengan gejala lain yaitu saat seseorang kelelahan, sesak nafas dan nyeri di tubuhnya.
  5. Pusing dan Pingsan, Pemompaan darah yang tidak normal sehingga pemasukan darah bersih menjadi terganggu, seseorang bisa merasakan pusing akibat kurang darah. Detak jantung melemah yang mengakibatkan penderita pingsan. Rasa nyeri yang terus menerus, sakit di antara tulang punggung, dan gangguan pada otak karena abnormalnya suplai darah menjadikan pusing kemudian pingsan.

Pada sebagian orang, gejala sakit jantung mirip dengna gejala masuk angin biasa. Jika Anda menemukan gejala yang mirip, lebih baik segera ke dokter. Mengetahui lebih awal akan membantu Anda mengatasi masalah kesehatan kita di kemudian hari.

GEJALA BIASA

Gejala penyakit jantung
1. Nyeri. Jika otot tidak mendapatkan cukup darah (suatu keadaan yang disebut iskemi), maka oksigen yang tidak memadai dan hasil metabolisme yang berlebihan menyebabkan kram atau kejang. Angina merupakan perasaan sesak di dada atau perasaan dada diremas-remas, yang timbul jika otot jantung tidak mendapatkan darah yang cukup. Jenis dan beratnya nyeri atau ketidaknyamanan ini bervariasi pada setiap orang. Beberapa orang yang mengalami kekurangan aliran darah bisa tidak merasakan nyeri sama sekali (suatu keadaan yang disebut silent ischemia).
2. Sesak napas merupakan gejala yang biasa ditemukan pada gagal jantung. Sesak merupakan akibat dari masuknya cairan ke dalam rongga udara di paru-paru (kongesti pulmoner atau edema pulmoner).
3. Kelelahan atau kepenatan. Jika jantung tidak efektif memompa, maka aliran darah ke otot selama melakukan aktivitas akan berkurang, menyebabkan penderita merasa lemah dan lelah. Gejala ini seringkali bersifat ringan. Untuk mengatasinya, penderita biasanya mengurangi aktivitasnya secara bertahap atau mengira gejala ini sebagai bagian dari penuaan.
4. Palpitasi (jantung berdebar-debar)
5. pusing & pingsan. Penurunan aliran darah karena denyut atau irama jantung yang abnormal atau karena kemampuan memompa yang buruk, bisa menyebabkan pusing dan pingsan.

Sumber lain mengatakan gejala khas sakit jantung sebagai berikut:

1. Tiba-tiba sakit di bagian dada dibelakang tulang dada atau seperti sesak dada.
2. Nyeri dada bisa berulang beberapa menit (20 menit atau lebih).
3. Rasa nyeri bisa berupa tekanan di bagian dada, dan leher seolah tercekik hingga menyebabkan keluar keringat dingin
4. Tiba-tiba pingsan, namun bisa kembali sadar. Ini terjadi karena ada gangguan irama jantung
5. Merasa seperti sakit maag, padahal sebelumnya tidak pernah menderita gangguan lambung

Pada sebagian orang, gejalanya bisa mirip dengan masuk angin biasa. Apabila anda mengalami gejala yang mirip seperti yang disebutkan di atas, jangan ragu untuk hubungi dokter agar segera mendapatkan perawatan medis yang tepat.

GEJALA KHAS

Penyakit jantung dan pembuluh darah telah lama diketahui sebagai penyebab kematian nomor satu di Indonesia dan di dunia. Bahkan berdasarkan data yang dimiliki Yayasan Jantung Indonesia, 17 juta orang di seluruh dunia meninggal setiap tahun akibat penyakit ini.

Yang mengkhawatirkan, penyakit jantung bisa menyebabkan kematian mendadak. Hal ini perlu diwaspadai karena menurut spesialis kardiovaskuler dari Rumah Sakit Harapan Kita, dr Santoso Karo Karo, Sp.JP,MPH mengatakan penyakit jantung bisa menyerang siapa saja tanpa pandang bulu.

“Sering mengalami sesak di dada, terkadang dianggap hanya masuk angin biasa, lalu minta dikerik dan dipijat. Jangan sepelekan jika terjadi sesak napas, karena kondisi ini merupakan salah satu gejala khas penyakit jantung,” katanya saat ditemui di acara Konfrensi Pers yang digelar menyambut perayaan Hari Jantung Dunia dengan tema ‘Saya Bekerja dengan Jantung Sehat’, di Kantor Yayasan Jantung Indonesia, Menteng Jakarta, Rabu 4 Agustus 2010.

Menurutnya ada gejala-gejala khas penyakit jantung yang patut Anda waspadai. Jika beberapa gejala ini Anda alami, segera periksa ke dokter. Sebab, bila tak segera mendapat bantuan medis, nyawa Anda bisa menjadi taruhannya.

“Setelah merasakan gejala-gejala berikut ini, dalam waktu lima menit Anda harus waspada, dan segera meminta pertolongan. Karena, jika dalam waktu 6 jam tidak mendapatkan obat yang semestinya bisa mengakibatkan kematian,” katanya.

Untuk itu, agar bisa mewaspadai serangan jantung, Anda perlu tahu gejala khas yang bisa muncul tiba-tiba:

1. Tiba-tiba sakit di bagian dada dibelakang tulang dada atau seperti sesak dada.

2. Nyeri dada bisa berulang beberapa menit (20 menit atau lebih).

3. Rasa nyeri bisa berupa tekanan di bagian dada, dan leher seolah tercekik hingga menyebabkan keluar keringat dingin

4. Tiba-tiba pingsan, namun bisa kembali sadar. Ini terjadi karena ada gangguan irama jantung

Selain gejala khas di atas, ada beberapa gejala tersembunyi penyakit jantung, yaitu:

Merasa seperti sakit maag, padahal sebelumnya tidak pernah menderita gangguan lambung ini. Biasaya gejala tiba-tiba sakit maag muncul pada timbul pada dini hari hingga pukul 10 pagi. Ini terjadi karena saraf simpatis meningkat di pagi hari.

“Jika merasa mengalami gejala ini, usahakan merebahkan diri dan minum aspirin sebagai obat peredam sementara. Selanjutnya, segera hubungi dokter agar mendapatkan pertolongan segera,” katanya.

Tips Mencegah penyakit jantung

1. Pola makan yang sehat
Hindari makanan yang mengandung lemak dan kolesterol tinggi. Hindari pula makanan dengan kandungan gula tinggi seperti softdrink, misalnya.
2. berhenti merokok
Di dalam bungkus rokok sudah dijelaskan bahwa “Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin”.
3. Hindari stress
Saat seseorang stress, tubuh akan mengeluarkan hormon cortisol yang bisa menyebabkan pembuluh darah menjadi kaku.
4. Kurangi berat badan berlebih (obesitas)
Obesitas memiliki risiko utama pembesaran atrium jantung kiri. Pembesaran jantung ini nantinya akan meningkatkan detak jantung tidak normal, stroke, dan kematian.
5. Olahraga secara teratur
Olahraga seperti jalan kaki atau jogging dapat menguatkan kerja jantung dan melancarkan peredaran darah ke seluruh tubuh.
6. Konsumsi antioksidan
Antioksidan Penting untuk Cegah Sakit Jantung. Ini bisa diperoleh dari berbagai macam sayuran, buah-buahan, dan minum teh.
7. Keturunan
Jika anda memiliki kerabat dekat yang pernah mengalami serangan jantung, sebaiknya mulai sekarang lebih berhati-hati dalam menjaga pola makan dan gaya hidup. Penyakit jantung bukan penyakit keturunan, tetapi bila ada keluarga (ortu, kakek, nenek,saudara, paman, bibi dsb) yang menderita atau pernah menderita penyakit jantung, kamu memiliki faktor resiko untuk mendapatkan penyakit jantung. Jadi, perlu diwaspadai!

8. dll

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: